Langsung ke konten utama

MetPen HK Kelompok 8

METODE PENYAJIAN DATA, DATA PRIMER DAN DATA SEKUNDER
Makalah ini Disajikan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Hukum

Dosen Pembimbing:
Noor Efendy SHI, MH

                                                         




Disusun Oleh:
Muhammad Ramadhani
Zainal Abidin

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
DARUL ULUM KANDANGAN
2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT kami panjatkan karena atas hidayah, karunia serta limpahan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sebagaimana mestinya. Makalah yang berjudul “Metode Penyajian Data,Data Primer dan Data Sekunder” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian Hukum.
Makalah ini tersusun dengan  segala keterbatasan  ilmu pengetahuan oleh karena itu kritik, saran dan  masukan yang  sifatnya membangun sangat diharapkan sebagai bahan perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya.

Kandangan, 14 September 2018

             Kelompok 8















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang.................................................................................. 1
b.      Rumusan Masalah............................................................................. 1
c.       Tujuan Penulisan............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
a.       Pengertian Penyajian data................................................................. 3
b.      Tujuan Penyajian Data...................................................................... 3
c.       Metode Penyajian Data…………………………………………......4
d.      Pengertian Sumber Data   ………………………………………….9
e.       Data primer…………………………………………………………10
f.       Data sekunder……………………………………………………....14
                                                     
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan...................................................................................... 16
B.     Saran................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
               Kegiatan pengumpulan data dilapangan di lapangan, akan menghasilkan angka-angka yang disebut data kasar. Penyebutan dengan istilah data kasar bahwa data itu belum diolah dengan statistik tertententu. Jadi, data-data itu masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang biasanya berupa skor. Skor-skor itu dapat pula disebut dengan istilah skor kasar, yang artinya sama dengan data kasar. Biasanya relatif banyak dan tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data tersebut yang harus dilaporkan. Agar dapat memberi gambaran yang bermakna, data-data tersebut harus disajikan kedalam tampilan yang sistematis. Ada sejumlah cara yang dipilih untuk menampilkan data hasil pengukuran dalam kerja penelitian. Penyajian data yang mana yang sebaiknya dipilih tergantung jenis data, selera peneliti dan tujuan penampilan itu sendiri.
               Selain itu koleksi data merupakan tahapan penting dalam proses penelitian, karena dengan hanya mendapatkan data yang tepat maka proses penelitian akan berlangsung sampai peneliti mendapatkan jawaban dari perumusan masalah yang telah ditetapkan. Data yang kita cari harus dengan tujuan penelitian. Dengan teknik sampling yang benar kita sudah mendapatkan strategi dan prosedur yang kita gunakan dalam mencari dta dilapangan.
               Pada bagian ini penulis akan membahas tentang penyajian data serta sumber data berdasarkan data sekunder dan data primer.
B.        Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penyajian data ?
2.      Apa tujuan dari penyajian data ?
3.      Apa saja metode penyajian data ?
4.      Apa yang dimaksud dengan sumber data ?
5.      Bagaimana penjelasan tentang data primer ?
6.      Bagaimana penjelasan tentang data sekunder ?
C.        Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian penyajian data.
2.      Untuk mengetahui tujuan dari penyajian data.
3.      Untuk mengetahui metode penyajian data.
4.      Untuk mengetahui pengertian dari sumber data.
5.      Untuk mengetahui tentang data primer.
6.      Untuk mengetahui tentang data sekunder.


BAB II
PEMBAHASAN
A.        Pengertian Penyajian data
               Pada laporan penelitian, bagian hasil penelitian terdapat bahasa mengenai deskripsi data, analisis data dan pembahasan. Deskripsi data adalah kegiatan menyajikan data dari data yang dikumpulkan. Data yang dikumpulkan dalam prosses pengumpulan data merupakan data yang berserakan, tidak beraturan dan sulit dibaca, agar tersusun dalam bentuk yang teratur dan mudah dibaca maka dilakukan penyajian data atau penyusunan data.
               Dengan demikian, penyajian data adalah salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus sederhanaan jelas agar mudau dibaca.Penyajian data juga dimaksudkan agar para pembaca dapat dengan  mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan dan lain lain.
B.        Tujuan Penyajian Data
·         Penyajian data memudahkan dalam membaca dan memahami data.
Data mentah yang tidak beraturan sulit dibaca dan dipahami. Dengan menyajikannya dalam bentuk tabel atau gambar maka penampilan dan gambaran data lebih mudah dibaca dan dipahami.
·         Penyajian data memudahkan dalam menganalisis data.
Data mentah yang belum tersusun dengan baik memerlukan waktu yang lama dan sulit untuk dianalisis. Dengan menyusunnya dalam bentuk yang lebih teratur maka data lebih mudah dianalisis.
·         Memudahkan dalam menyimpulkan suatu data.
Tentunya ketika data mudah di baca dan di analisis,maka dengan mudah juga kita menyimpulkan suatu data tersebut.
C.        Metode Penyajian Data
               Setiap peneliti harus dapat menyajikan data telah diperoleh, baik yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner (angket) maupun dokumentasi. Prinsip dasar penyajian data adalah komunikatif dan lengkap, dalam arti data yang disajikan dapat menarik pihak lain untuk membacanya dan mudah memahami isinya. Penyajian data yang komunikatif dapat dilakukan dengan: penyajian data dibuat berwarna, dan bila data yang disajikan cukup banyak maka perlu bervariasi penyajiannya.
               Metode penyajian data dapat dilakukan dengan cara, antara lain :
1.      Penyajian Data Dalam Bentuk Tulisan (Textular Presentation)
              Penyajian dalan bentuk tulisan sebenarnya merupakan gambaram umum tentang kesimpulan hasil pengamatan yang disajikan dalam bentuk pemaparan, contohnya :
·      Hasil dari penelitan diperoleh banyaknya responden di Desa        Sukamaju yang berumur dibawah 30 tahun hidup menjanda.
·      Sejumlah 40% wanita di kota X bercerai akibat KDRT.
·      Penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalamam.
2.      Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel (Table Persentation)
              Penyajian dalam bentuk tabel merupakan penyajian data dalam bentuk angka yang disusun secara teratur dalam bentuk kolom dan baris. Misalnya, kolom jumlah pegawai menurut pendidikan, menurut masa kerja, jumlah hasil penjualan menurut jenis barang, dan lain sebagainya.[1] Penyajian dalam bentuk tebel banyak digunakan pada penuilsan laporan hasil penelitian dengan maksud agar orang mudah memperoleh gambaran rinci tentang hasil penelitian yang telah dilakukan, contohnya :
Tabel 1.1
Tabel Responden Janda Di Desa Sukamaju Tahun 2017-2018
Golongan Umur
Banyak
Persentasi
18-23 tahun
30 orang
30%
27-30 tahun
50 orang
50%
14-15 tahun
20 orang
20%
sumber : KUA Desa Sukamaju
                  Dari tabel diatas, dapat kita lihat bahwa tabel mempunyai komponen-komponen yang harus kita tulis dalam sebuah penyajian data, antara lain :
a)      Nomor tabel.
b)      Judul tabel.
c)      Baris tabel.
d)     Kolom tabel.
e)      Sumber.
              Macam – macam penyajian data dalam bentuk tabel antara lain:
(a)    Tabel Baris Kolom
Sebagaimana namanya, tabel ini memuat keterangan yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok. Contoh:
Tabel 2.2
Daftar IP Seorang Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Tahun 2008 – 2012
No
Semester
IP
1
I
3,12
2
II
3,00
3
III
3,39
sumber : x
(b)   Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel 2.3
Jumlah Anak dalam setiap keluarga di desa X tahun 2012 Tabel distribusi frekuensi didefinisikan sebagai sebuah tabel yang berisi nilai-nilai data yang dikelompokkan ke dalam interval-interval dan setiap interval nilai masing-masing mempunyai frekuensinya.[2] Tabel ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
§  Tabel Distribusi Frekuensi Tunggal
Tabel Distribusi Frekuensi Tunggal adalah tabel yang digunakan untuk menyusun distribusi data dalam frekuensi dengan distribusi yang bersifat tunggal. Contoh:

Jumlah anak
F
0
5
1
52
2
75
3
27
4
11
Di atas 4
20
Jumlah
213
sumber : x
§  Tabel Distribusi Frekuensi Bergolong
Tabel distribusi  frekuensi bergolong adalah tabel yang digunakan untuk menyajikan data dalam frekuensi dengan distribusi data bergolong.
Penggolongan distribusi data dilakukan untuk makin memudahkan memahami data. Contoh:
Tabel 2.4
Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas VII MtsN Sukamaju Tahun 2010
Data
F
51 – 60
3
61 – 70
8
71 – 80
17
81 – 90
12
91 – 100
5
Jumlah
45
sumber : x
(c)    Tabel Kontingensi ( Tabel Faktorial )
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor (variabel) atau lebih dalam satu perpaduan baris dan kolom. Contoh :
Tabel 2.5
Jumlah Pelajar di Wilayah X tahun 2010
Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan
JENIS KELAMIN

TINGKAT SEKOLAH
JUMLAH
SD
SMP
SMA
Laki – laki
4756
2795
1459
9012
Perempuan
4032
2116
1256
7404
Jumlah
8790
4911
2715
16416
sumber : x
3.      Grafik
              Selain dapat disajikan ke dalam bentuk tabel sebagaimana dikemukakan di atas, data-data kuantitatif (numerik) yang terkumpul  juga dapat disajikan ke dalam bentuk grafik. Penyajian data dalam bentuk grafik adalah menggambarkan data secara visual dalam sebuah gambar. Sehingga penyajian data dalam bentuk ini lebih mudah untuk dibaca dan lebih menarik.
              Pembuatan grafik pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari pembuatan tabel distribusi frekuensi karena pembuatan grafik itu haruslah didasarkan pada tabel distribusi frekuensi. Oleh karena itu pembuatan grafik selalu diawali dengan pembuatan tabel distribusi frekuensi.
              Penggambaran data dalam sebuah grafik dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis grafik, tergantung jenis datanya. Bila data yang hendak disajikan berupa data nominal, maka penyajian data menggunakan grafik batang, gambar, garis, atau lingkaran. Sedangkan jika data bersifat kontinum maka penyajian data biasanya menggunakan grafik histogram, poligon, atau kurva.
              Berikut contoh penyajian data dalam bentuk grafik :
Tabel 2.6
Jumlah Anak dalam setiap keluarga di desa X tahun 2012
Jumlah anak
F
0
5
1
52
2
75
3
27
4
11
Di atas 4
20
Jumlah
213
sumber : x
Dari tabel diatas apabila di bikin grafik maka penyajiannya sebagai berikut :
D.        Pengertian Sumber Data
               Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.[3]
               Menurut Sugiyono, sumber data merupakan sumber subjek dari tempat mana data bisa didapatkan. Jika peneliti memakai kuisioner atau wawancara didalam pengumpulan datanya, maka sumber data itu dari responden, yakni orang yang menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis ataupun lisan. Sumber data berbentuk responden ini digunakan didalam penelitian.[4]
               Untuk mengumpulkan suatu sumber data diperlukan tehnik-tehnik antara lain :
v  Wawancara atau interiview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
v  Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.
v  Observasi adalah cara pengambilan data dengan pengamatan langsung yang dapat dilakukan dengan menggunakan seluruh alat indera.

               Sumber data penelitian terdiri atas dua sumber yaitu data primer dan data sekunder.
E.        Data primer
               Data primer adalah informasi yang diperoleh langsung dari pelaku yang melihat dan terlibat langsung dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung.[5]
               Ada beberapa metode dalam mengumpulkan/mendapatkan data primer antara lain :
(1)   Metode Interview/wawancara
            Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan pertanyaan secara lisan, untuk dijawab secara lisan pula.[6] Menurut Supardi metode wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan, dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan.[7] Wawancara pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan seorang peneliti untuk memperoleh pemahaman secara holistik mengenai pandangan atau perspektif (inner perspectives) seseorang terhadap isu, tema atau topik tertentu.
            Subyek (responden) adalah orang yang paling tau tentang dirinya sendiri. Apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur. wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabanpun telah disiapkan. Sedangkan wawancara Tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.
            Kelebihan menggunakan metode wawancara, antara lain
o  Peneliti dapat membantu menjelaskan lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab yang diakibatkan ketidakjelasan pertanyaan.
o  Peneliti dapat mengontrol jawaban responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang diakibatkan oleh pertanyaan dalam proses wawancara.
o  Peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner ataupun observasi. Informasi tersebut misalnya, jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok, atau informasi alternatif (grapevine) dari suatu kejadian penting.
        Kekurangan menggunakan metode wawancara, antara lain :
o  Biaya lebih besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah.
o  Responden bisa menghentikan wawancara kapanpun.
o  Membutuhkan waktu yang lama.
(2)   Metode Observasi
            Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.[8] Disamping wawancara, penelitian juga melakukan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian. Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah. Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikhologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
            Suatu observasi mempunyai jenis-jenis,antara lain :
a.    Partisipant Observation
Peneliti melakukan observasi dengan cara melibatkan diri atau menjadi bagian dari lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. Peneliti melalui teknik ini dapat memperoleh data yang relatif lebih banyak dan akurat, karena peneliti dapat secara langsung mengamati perilaku dan kejadian­-kejadian dalam lingkungan sosial yang diteliti. Kehadiran peneliti kemungkinan dapat diketahui atau tidak diketahui oleh lingkungan sosial yang diamati. Misalnya, mahasiswa dapat melakukan observasi mengenai menejemen di KUA dengan cara menjadi pegawai di institusi tersebut.



b.   Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan keluarga sakinah, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian. Kelemahan dari metode ini adalah peneliti
tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
(3)   Metode Kuesioner
            Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya. Menurut Sugiyono kuisioner adalah usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan secara tertulis, untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.[9] Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
            Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan/seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden. Daftar pertanyaan (kuisioner) adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis system untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudianakan dikirim kepada para responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka.[10] Karena angket dijawab atau diisi oleh responden dan peneliti tidak selalu bertemu langsung dengan responden, maka dalam menyusun angket perlu diperhatikan beberapa hal. Diantaranya :
§ Sebelum butir-butir pertanyaan atau peryataan ada pengantar atau petunjuk pengisian.
§ butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas menggunakan kata-kata yang lazim digunakan (popular), kalimat tidak terlalu panjang.
§ Untuk setiap pertanyaan atau pernyataan terbuka dan berstruktur disesuaikan kolom untuk menuliskan jawaban atau respon dari responden secukupnya.
F.         Data sekunder
               Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
               Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
·         Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti ?
·         Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan?
Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.
               Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a)        Pemahaman masalah.
b)        Penjelasan masalah.
c)        Formulasi alternative-alternative penyelesaian masalah yang layak.
d)       Solusi masalah.                  
               Ada beberapa kriteria dalam mengevaluasi data sekunder, antara lain :
Ø  Waktu keberlakuan, apakah data mempunyai keberlakuan waktu. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita.
Ø  Kesesuaian, apakah data sesuai dengan kebutuhan kita, kesesuaian berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.
Ø  Ketepatan, apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya, bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut.
Ø  Biaya, berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut, jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunaknnya.[11]
              








BAB III
PENUTUP

A.           Simpulan
penyajian data adalah salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Penyajian data memudahkan dalam membaca dan memahami data.Penyajian data memudahkan dalam menganalisis data.Memudahkan dalam menyimpulkan suatu data. Setiap peneliti harus dapat menyajikan data telah diperoleh, baik yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner (angket) maupun dokumentasi.
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli. Ada beberapa metode dalam mengumpulkan/mendapatkan data primer antara lain : metode wawancara, metode observasi dan metode kuesioner.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).

B.            Saran
             Demikianlah makalah yang dapat kami buat. Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran untuk menjadi perbaikan penulisan makalah kami selanjutnya. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.





DAFTAR PUSTAKA

Hadari Nawawi. Metode Penelitian Bidang Sosial.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2011
http://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/pengertian-pengumpulan-data/
http://nagabiru86.wordpress.com/makalah/
http://rayendar.blogspot.co.id/2015/06/metode-penelitian-menurut-sugiyono-2013
J.Supranto. Statistik Teoridari Aplikasi.Jakarta : Erlangga.1990.
Nar Herrhyanto. Statistik Dasar . Jakarta : universitas terbuka. 2007.
Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi.Bandung: Alfabeta. 2003
Suharsimi Arikunto. Preosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.  
Supardi. Metodologi Penelitian.Mataram : Yayasan Cerdas Press. 2006
Uma Sekaran. Metodologi Penelitian. Jakarta : Salemba Empat. 2006





                [1] J.Supranto, Statistik Teoridari Aplikasi,(Jakarta : Erlangga,1990), hal. 20
                [2] Nar Herrhyanto, Statistik Dasar , (Jakarta : universitas terbuka, 2007), hal 28
                [3]Suharsimi Arikunto, Preosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, hal. 129.
                [4]http://rayendar.blogspot.co.id/2015/06/metode-penelitian-menurut-sugiyono-2013.html.17.25.
                [5] Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011), hal : 117
                [6] Ibid
                [7] Supardi, Metodologi Penelitian, (Mataram : Yayasan Cerdas Press, 2006), hal : 99
                [8] Uma Sekaran, Metodologi Penelitian,( Jakarta : Salemba Empat, 2006), hal : 47-48
                [9] Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, (Bandung: Alfabeta, 2003), hal : 162
                [10] http://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/pengertian-pengumpulan-data/, diakses pada tanggal 13-09-2018.
                [11] http://nagabiru86.wordpress.com/makalah/, diakses pada tanggal 13-09-2018.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muqaddimah Ahwal Syakhsiyah'2016 Semester 5 Reguler 3

Ahwal Syakhsiyah Ahwal Syakhsiyah atau sering disebut Hukum Keluarga Islam i alah istilah bagi kesulurahan hukum yang menyangkut masalah keluarga dan peradilan islam seperti : Hukum Perkawinan, Kewarisan, Wasiat dan Peradilan Agama. Adapun tujuan grup ini ialah untuk merangkum tugas mata kuliah 'METODE PENELITIAN HUKUM KELUARGA'. Dan anggota di grup ini ialah : Ahmad Fauzan Alfiatul Maulidah Fatimatuz Zahroh Husaini Irviana Jumran Khairun Nisa Muhammad Ariyanto Maimunah Mega Ariyanti Muhammad Aziz Nazar Muhammad Fitriadi Muhammad Pahrizal Muhammad Ilham Muhammad Yunus Munawarah Najmah Nordina Nurul Ain Sarah Az Zahra Silahuddin Siti Mutiah Siti Novita Sari Siti Raudah Susilawati Zainal Abidin Muhammad Ramadhani #InsyaAllah bermanfaat ⇄ 

MetPen HK kelompok 1

ALUR PENELITIAN Latar Belakang, Perumusan Masalah, Judul Penelitian, dan Tinjauan Pustaka Mata Kuliah : Metode Penelitian Hukum Keluarga Dosen Pembimbing : Noor Efendy, SHI, MH Disusun Oleh : Akhmad Fauzan Muhammad Yunus Munawarah SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL ULUM KANDANGAN 2018 / 2019 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan taufik-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Metode Penelitian Hukum Keluarga, yang membahas tentang Alur Penelitian Hukum Keluarga : Latar Belakang, Perumusan Masalah, Judul Penelitian, dan Tinjauan Pustaka. Shalawat dan Salam kami haturkan keharibaan Nabi kita penutup segala Nabi dan Rasul yakin Nabi Muhammad Shallallahu a’laihi wasallam, dan  keluarga beliau, sahabatnya, dan orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari akhir. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Noor Ef...