METODE
PENYAJIAN DATA, DATA PRIMER DAN DATA SEKUNDER
Makalah ini
Disajikan Untuk Memenuhi
Tugas Mata
Kuliah Metode Penelitian Hukum
Dosen
Pembimbing:
Noor Efendy SHI, MH

Disusun
Oleh:
Muhammad Ramadhani
Zainal Abidin
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM
DARUL ULUM
KANDANGAN
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT kami panjatkan karena atas hidayah, karunia serta
limpahan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sebagaimana mestinya.
Makalah yang berjudul “Metode
Penyajian Data,Data Primer dan Data Sekunder” ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Metode
Penelitian Hukum.
Makalah
ini tersusun dengan segala
keterbatasan ilmu pengetahuan oleh
karena itu kritik, saran dan masukan
yang sifatnya membangun sangat
diharapkan sebagai bahan perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi
yang membacanya.
Kandangan, 14 September 2018
Kelompok 8
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
a.
Latar Belakang.................................................................................. 1
b.
Rumusan Masalah............................................................................. 1
c.
Tujuan Penulisan............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
a.
Pengertian Penyajian data................................................................. 3
b.
Tujuan Penyajian Data...................................................................... 3
c.
Metode Penyajian Data…………………………………………......4
d.
Pengertian Sumber Data ………………………………………….9
e.
Data primer…………………………………………………………10
f.
Data
sekunder……………………………………………………....14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................... 16
B. Saran................................................................................................ 16
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan pengumpulan data dilapangan di lapangan, akan
menghasilkan angka-angka yang disebut data kasar. Penyebutan dengan istilah
data kasar bahwa data itu belum diolah dengan statistik tertententu. Jadi,
data-data itu masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang biasanya
berupa skor. Skor-skor itu dapat pula disebut dengan istilah skor kasar, yang
artinya sama dengan data kasar. Biasanya relatif banyak dan tidak beraturan.
Dalam pembuatan laporan penelitian, data tersebut yang harus dilaporkan. Agar
dapat memberi gambaran yang bermakna, data-data tersebut harus disajikan
kedalam tampilan yang sistematis. Ada sejumlah cara yang dipilih untuk
menampilkan data hasil pengukuran dalam kerja penelitian. Penyajian data yang
mana yang sebaiknya dipilih tergantung jenis data, selera peneliti dan tujuan
penampilan itu sendiri.
Selain itu koleksi data merupakan tahapan penting
dalam proses penelitian, karena dengan hanya mendapatkan data yang tepat maka
proses penelitian akan berlangsung sampai peneliti mendapatkan jawaban dari
perumusan masalah yang telah ditetapkan. Data yang kita cari harus dengan
tujuan penelitian. Dengan teknik sampling yang benar kita sudah mendapatkan
strategi dan prosedur yang kita gunakan dalam mencari dta dilapangan.
Pada bagian ini penulis akan membahas tentang
penyajian data serta sumber data berdasarkan data sekunder dan data primer.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan penyajian data ?
2.
Apa tujuan dari penyajian data ?
3.
Apa saja metode penyajian data ?
4.
Apa yang dimaksud dengan sumber data ?
5.
Bagaimana penjelasan tentang data primer ?
6.
Bagaimana penjelasan tentang data sekunder ?
C. Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui pengertian penyajian data.
2.
Untuk mengetahui tujuan dari penyajian data.
3.
Untuk mengetahui metode penyajian data.
4.
Untuk mengetahui pengertian dari sumber data.
5.
Untuk mengetahui tentang data primer.
6.
Untuk mengetahui tentang data sekunder.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Penyajian data
Pada laporan penelitian, bagian
hasil penelitian terdapat bahasa mengenai deskripsi data, analisis data dan
pembahasan. Deskripsi data adalah kegiatan menyajikan data dari data yang
dikumpulkan. Data yang dikumpulkan dalam prosses pengumpulan data merupakan
data yang berserakan, tidak beraturan dan sulit dibaca, agar tersusun dalam
bentuk yang teratur dan mudah dibaca maka dilakukan penyajian data atau
penyusunan data.
Dengan
demikian, penyajian data adalah
salah
satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan
agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus
sederhanaan jelas agar mudau dibaca.Penyajian data juga dimaksudkan agar para
pembaca
dapat dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan
penilaian atau perbandingan dan lain lain.
B. Tujuan
Penyajian Data
·
Penyajian data memudahkan dalam
membaca dan memahami data.
Data
mentah yang tidak beraturan sulit dibaca dan dipahami. Dengan menyajikannya
dalam bentuk tabel atau gambar maka penampilan dan gambaran data lebih mudah
dibaca dan dipahami.
·
Penyajian data memudahkan dalam
menganalisis data.
Data
mentah yang belum tersusun dengan baik memerlukan waktu yang lama dan sulit
untuk dianalisis. Dengan menyusunnya dalam bentuk yang lebih teratur maka data
lebih mudah dianalisis.
·
Memudahkan dalam menyimpulkan suatu data.
Tentunya ketika data mudah
di baca dan di analisis,maka dengan mudah juga kita menyimpulkan suatu data
tersebut.
C. Metode Penyajian Data
Setiap peneliti harus dapat
menyajikan data telah diperoleh, baik yang diperoleh melalui observasi,
wawancara, kuesioner (angket) maupun dokumentasi. Prinsip dasar penyajian data
adalah komunikatif dan lengkap, dalam arti data yang disajikan dapat menarik
pihak lain untuk membacanya dan mudah memahami isinya. Penyajian data yang
komunikatif dapat dilakukan dengan: penyajian data dibuat berwarna, dan bila
data yang disajikan cukup banyak maka perlu bervariasi penyajiannya.
Metode penyajian data dapat dilakukan dengan cara,
antara lain :
1.
Penyajian Data Dalam Bentuk Tulisan (Textular
Presentation)
Penyajian dalan bentuk tulisan
sebenarnya merupakan gambaram umum tentang kesimpulan hasil pengamatan yang disajikan dalam bentuk pemaparan, contohnya :
·
Hasil dari penelitan diperoleh banyaknya responden di
Desa Sukamaju yang berumur dibawah
30 tahun hidup menjanda.
·
Sejumlah 40% wanita di kota X bercerai akibat KDRT.
·
Penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai
lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalamam.
2.
Penyajian Data
Dalam Bentuk Tabel (Table Persentation)
Penyajian dalam bentuk tabel
merupakan penyajian data dalam bentuk angka yang disusun secara teratur dalam
bentuk kolom dan baris. Misalnya, kolom jumlah pegawai menurut pendidikan,
menurut masa kerja, jumlah hasil penjualan menurut jenis barang, dan lain
sebagainya.[1]
Penyajian
dalam bentuk tebel banyak digunakan pada penuilsan laporan hasil penelitian
dengan maksud agar orang mudah memperoleh gambaran rinci tentang hasil
penelitian yang telah dilakukan,
contohnya :
Tabel 1.1
Tabel Responden
Janda Di Desa Sukamaju Tahun 2017-2018
|
Golongan Umur
|
Banyak
|
Persentasi
|
|
18-23 tahun
|
30 orang
|
30%
|
|
27-30 tahun
|
50 orang
|
50%
|
|
14-15 tahun
|
20 orang
|
20%
|
sumber : KUA Desa Sukamaju
Dari
tabel diatas, dapat kita lihat bahwa tabel mempunyai komponen-komponen yang
harus kita tulis dalam sebuah penyajian data, antara lain :
a)
Nomor tabel.
b)
Judul tabel.
c)
Baris tabel.
d)
Kolom tabel.
e)
Sumber.
Macam – macam penyajian data dalam
bentuk tabel antara lain:
(a)
Tabel Baris
Kolom
Sebagaimana
namanya, tabel ini memuat keterangan yang terdiri dari baris dan kolom yang
mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa
kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa
kelompok. Contoh:
Tabel 2.2
Daftar IP Seorang Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Tahun 2008
– 2012
|
No
|
Semester
|
IP
|
|
1
|
I
|
3,12
|
|
2
|
II
|
3,00
|
|
3
|
III
|
3,39
|
sumber
: x
(b)
Tabel Distribusi
Frekuensi
Tabel 2.3
Jumlah
Anak dalam setiap keluarga di desa X tahun 2012 Tabel distribusi frekuensi
didefinisikan sebagai sebuah tabel yang berisi nilai-nilai data yang
dikelompokkan ke dalam interval-interval dan setiap interval nilai
masing-masing mempunyai frekuensinya.[2] Tabel ini dapat dibagi menjadi dua,
yaitu:
§
Tabel Distribusi
Frekuensi Tunggal
Tabel
Distribusi Frekuensi Tunggal adalah tabel yang digunakan untuk menyusun
distribusi data dalam frekuensi dengan distribusi yang bersifat tunggal.
Contoh:
|
Jumlah
anak
|
F
|
|
0
|
5
|
|
1
|
52
|
|
2
|
75
|
|
3
|
27
|
|
4
|
11
|
|
Di atas
4
|
20
|
|
Jumlah
|
213
|
sumber
: x
§
Tabel Distribusi
Frekuensi Bergolong
Tabel distribusi frekuensi bergolong adalah tabel yang
digunakan untuk menyajikan data dalam frekuensi dengan distribusi data
bergolong.
Penggolongan distribusi data
dilakukan untuk makin memudahkan memahami data. Contoh:
Tabel 2.4
Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Bahasa Arab
Kelas VII MtsN Sukamaju Tahun 2010
|
Data
|
F
|
|
51 – 60
|
3
|
|
61 – 70
|
8
|
|
71 – 80
|
17
|
|
81 – 90
|
12
|
|
91 – 100
|
5
|
|
Jumlah
|
45
|
sumber
: x
(c)
Tabel
Kontingensi ( Tabel Faktorial )
Tabel kontingensi merupakan bagian dari
tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk
menyajikan data yang terdiri atas dua faktor (variabel) atau lebih dalam satu
perpaduan baris dan kolom. Contoh
:
Tabel 2.5
Jumlah Pelajar di
Wilayah X tahun 2010
Berdasarkan Jenis
Kelamin dan Tingkat Pendidikan
|
JENIS KELAMIN
|
TINGKAT SEKOLAH
|
JUMLAH
|
||
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
||
|
Laki – laki
|
4756
|
2795
|
1459
|
9012
|
|
Perempuan
|
4032
|
2116
|
1256
|
7404
|
|
Jumlah
|
8790
|
4911
|
2715
|
16416
|
sumber
: x
3.
Grafik
Selain dapat disajikan ke dalam bentuk
tabel sebagaimana dikemukakan di atas, data-data kuantitatif (numerik) yang
terkumpul juga dapat disajikan ke dalam bentuk grafik. Penyajian data
dalam bentuk grafik adalah menggambarkan data secara visual dalam sebuah
gambar. Sehingga penyajian data dalam bentuk ini lebih mudah untuk dibaca
dan lebih menarik.
Pembuatan grafik pada hakikatnya
merupakan kelanjutan dari pembuatan tabel distribusi frekuensi karena pembuatan
grafik itu haruslah didasarkan pada tabel distribusi frekuensi. Oleh karena itu
pembuatan grafik selalu diawali dengan pembuatan tabel distribusi frekuensi.
Penggambaran data dalam sebuah grafik
dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis grafik, tergantung jenis
datanya. Bila data yang hendak disajikan berupa data nominal, maka penyajian
data menggunakan grafik batang, gambar, garis, atau lingkaran. Sedangkan jika
data bersifat kontinum maka penyajian data biasanya menggunakan grafik
histogram, poligon, atau kurva.
Berikut
contoh penyajian data dalam bentuk grafik :
Tabel
2.6
Jumlah Anak dalam setiap keluarga di
desa X tahun 2012
|
Jumlah
anak
|
F
|
|
0
|
5
|
|
1
|
52
|
|
2
|
75
|
|
3
|
27
|
|
4
|
11
|
|
Di atas
4
|
20
|
|
Jumlah
|
213
|
sumber : x
Dari tabel diatas apabila di bikin grafik maka penyajiannya sebagai
berikut :

D. Pengertian
Sumber Data
Yang
dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat
diperoleh.[3]
Menurut Sugiyono, sumber data merupakan sumber
subjek dari tempat mana data bisa didapatkan. Jika peneliti memakai kuisioner
atau wawancara didalam pengumpulan datanya, maka sumber data itu dari
responden, yakni orang yang menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis
ataupun lisan. Sumber data berbentuk responden ini digunakan didalam
penelitian.[4]
Untuk mengumpulkan suatu sumber data diperlukan
tehnik-tehnik antara lain :
v
Wawancara atau
interiview
adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk
memperoleh informasi dari terwawancara.
v
Kuesioner atau
angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh
informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal
yang diketahui.
v
Observasi adalah
cara pengambilan data dengan pengamatan langsung yang dapat dilakukan dengan
menggunakan seluruh alat indera.
Sumber data penelitian terdiri atas dua sumber yaitu
data primer dan data sekunder.
E. Data primer
Data primer adalah informasi yang
diperoleh langsung dari pelaku yang melihat dan terlibat langsung dalam
penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Data primer merupakan sumber data yang
diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data
primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil
observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil
pengujian. Data
primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up
to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya
secara langsung.[5]
Ada beberapa metode dalam
mengumpulkan/mendapatkan data primer antara lain :
(1)
Metode Interview/wawancara
Interview adalah usaha mengumpulkan
informasi dengan mengajukan pertanyaan secara lisan, untuk dijawab secara lisan
pula.[6] Menurut Supardi metode wawancara
adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan,
dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung
informasi-informasi atau keterangan-keterangan.[7]
Wawancara pada hakikatnya merupakan
kegiatan yang dilakukan seorang peneliti untuk memperoleh pemahaman secara
holistik mengenai pandangan atau perspektif (inner perspectives)
seseorang terhadap isu, tema atau topik tertentu.
Subyek (responden) adalah orang yang
paling tau tentang dirinya sendiri. Apa yang dinyatakan oleh subyek kepada
peneliti adalah benar dan dapat dipercaya. Wawancara dapat dilakukan secara
terstruktur dan tidak terstruktur. wawancara terstruktur digunakan sebagai
teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui
dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam
melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan berupa
pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabanpun telah disiapkan.
Sedangkan wawancara Tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana
peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara
sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.
Kelebihan menggunakan
metode wawancara, antara lain
o Peneliti dapat membantu menjelaskan
lebih, jika ternyata responden mengalami kesulitan menjawab yang diakibatkan
ketidakjelasan pertanyaan.
o Peneliti dapat mengontrol jawaban
responden secara lebih teliti dengan mengamati reaksi atau tingkah laku yang
diakibatkan oleh pertanyaan dalam proses wawancara.
o Peneliti dapat memperoleh informasi
yang tidak dapat diungkapkan dengan cara kuesioner ataupun observasi. Informasi
tersebut misalnya, jawaban yang sifatnya pribadi dan bukan pendapat kelompok, atau informasi
alternatif (grapevine) dari suatu kejadian penting.
Kekurangan menggunakan
metode wawancara, antara lain :
o Biaya lebih besar jika responden
yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah.
o Responden bisa menghentikan
wawancara kapanpun.
o Membutuhkan waktu yang lama.
(2)
Metode Observasi
Obrservasi merupakan salah satu
teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden
(wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai
fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian
ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam
dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.[8] Disamping wawancara, penelitian juga
melakukan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara
sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau
gejala-gejala dalam objek penelitian. Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu
sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan
kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah. Observasi
merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai
proses biologis dan psikhologis. Dua diantara yang terpenting adalah
proses-proses pengamatan dan ingatan.
Suatu observasi
mempunyai jenis-jenis,antara lain :
a.
Partisipant Observation
Peneliti melakukan observasi dengan
cara melibatkan diri atau menjadi bagian
dari lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. Peneliti melalui teknik
ini dapat memperoleh data yang relatif lebih banyak dan akurat, karena peneliti
dapat secara langsung mengamati perilaku dan kejadian-kejadian dalam lingkungan sosial
yang diteliti. Kehadiran peneliti kemungkinan dapat diketahui atau tidak
diketahui oleh lingkungan sosial yang diamati. Misalnya,
mahasiswa dapat melakukan observasi mengenai menejemen di KUA dengan cara
menjadi pegawai di institusi tersebut.
b.
Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan
observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau
proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan keluarga sakinah, seorang
peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai
peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian. Kelemahan dari metode
ini adalah peneliti
tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai
pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
(3)
Metode Kuesioner
Angket atau kuesioner merupakan
suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung
bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya
disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau
direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau
respon sesuai dengan persepsinya. Menurut Sugiyono kuisioner adalah usaha
mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan secara tertulis,
untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.[9] Kuisioner merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Kuesioner (angket) merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan daftar
pertanyaan/seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya,
dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden. Daftar
pertanyaan (kuisioner) adalah suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan
untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis system untuk mengumpulkan
data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih. Daftar pertanyaan ini
kemudianakan dikirim kepada para responden yang akan mengisinya sesuai dengan
pendapat mereka.[10] Karena angket dijawab
atau diisi oleh responden dan peneliti tidak selalu bertemu langsung dengan
responden, maka dalam menyusun angket perlu diperhatikan beberapa hal.
Diantaranya :
§
Sebelum butir-butir pertanyaan atau peryataan ada pengantar
atau petunjuk pengisian.
§
butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas menggunakan
kata-kata yang lazim digunakan (popular), kalimat tidak terlalu panjang.
§
Untuk setiap pertanyaan atau pernyataan terbuka dan
berstruktur disesuaikan kolom untuk menuliskan jawaban atau respon dari
responden secukupnya.
F. Data sekunder
Data sekunder merupakan sumber data
penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara
(diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti,
catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter)
yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
Sebelum proses pencarian data
sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih
dahulu. identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan
sebagai berikut:
·
Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan
masalah yang akan diteliti ?
·
Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan?
Identifikasi data sekunder yang kita
butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta
biaya.
Data sekunder dapat dipergunakan
untuk hal-hal sebagai berikut:
a)
Pemahaman masalah.
b)
Penjelasan masalah.
c)
Formulasi alternative-alternative penyelesaian masalah yang
layak.
d)
Solusi
masalah.
Ada beberapa kriteria dalam
mengevaluasi data sekunder, antara lain :
Ø
Waktu keberlakuan, apakah data mempunyai keberlakuan waktu.
Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya
jangan digunakan lagi untuk penelitian kita.
Ø
Kesesuaian, apakah data sesuai dengan kebutuhan kita,
kesesuaian berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah
yang sedang diteliti.
Ø
Ketepatan, apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber
kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data
dapat dipercaya, bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang
digunakan untuk mengumpulkan data tersebut.
Ø
Biaya, berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder
tersebut, jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu
menggunaknnya.[11]
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
penyajian
data adalah salah
satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan
agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Penyajian data memudahkan dalam
membaca dan memahami data.Penyajian
data memudahkan dalam menganalisis data.Memudahkan dalam menyimpulkan suatu data. Setiap
peneliti harus dapat menyajikan data telah diperoleh, baik yang diperoleh
melalui observasi, wawancara, kuesioner (angket) maupun dokumentasi.
Data primer
merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli. Ada beberapa metode dalam
mengumpulkan/mendapatkan data primer antara lain : metode
wawancara, metode observasi dan metode kuesioner.
Data sekunder merupakan sumber data
penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media
perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).
B.
Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami buat. Kami
menyadari bahwa makalah yang kami susun ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena
itu kami mengharapkan kritik dan saran untuk menjadi perbaikan penulisan
makalah kami selanjutnya. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR
PUSTAKA
Hadari
Nawawi. Metode Penelitian Bidang Sosial.Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press. 2011
http://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/pengertian-pengumpulan-data/
http://nagabiru86.wordpress.com/makalah/
http://rayendar.blogspot.co.id/2015/06/metode-penelitian-menurut-sugiyono-2013
J.Supranto.
Statistik Teoridari Aplikasi.Jakarta
: Erlangga.1990.
Nar
Herrhyanto. Statistik
Dasar . Jakarta
: universitas
terbuka. 2007.
Sugiyono.
Metode Penelitian Administrasi.Bandung: Alfabeta. 2003
Suharsimi Arikunto. Preosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik.
Supardi.
Metodologi Penelitian.Mataram : Yayasan Cerdas Press. 2006
Uma
Sekaran. Metodologi Penelitian. Jakarta : Salemba Empat. 2006
[10]
http://farelbae.wordpress.com/catatan-kuliah-ku/pengertian-pengumpulan-data/,
diakses pada tanggal 13-09-2018.
Komentar
Posting Komentar