ALUR
PENELITIAN HUKUM KELUARGA :
ASUMSI
DASAR, KAJIAN FAKTUAL, METODE PENELITIAN,
ANALISIS
DATA DAN KESIMPULAN
Mata
Kuliah : Metode Penelitian Hukum Keluarga
Dosen
Pengampu : Noor Efendy, SHI, MH
![]() |
Disusun
Oleh :
Kelompok
2
Irviana
Silahuddin
Siti
Novita Sari
STAI
DARUL ULUM KANDANGAN
KALIMANTAN
SELATAN
2018/2019
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah
Metode Penelitian Hukum Keluarga dengan judul “Kajian Faktual, Metode
Penelitian, Analisis Data dan Kesimpulan”
Selanjutnya penulis mengucapkan terima
kasih banyak kepada Bapak Noor Efendy, SHI, MH selaku dosen pengampu, karena
telah memberi bimbingan kepada penulis, dan juga teman-teman yang telah
membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Makalah ini terselesaikan berkat
bantuan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil, oleh karenanya
pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari, bahwa masih banyak kekurangan dan belum sempurnanya apa yang penulis
sampaikan, sehingga apabila ada kekurangan dalam penulisan serta isi/materi,
penulis mohon saran dan kritiknya secara langsung maupun tidak langsung, untuk
kesempurnaan penulisan makalah ini.
Kandangan,11
September 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang 1
B. Rumusan
Masalah 1
C. Tujuan
Penulisan 1
BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
2
B. DLL
2
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
3
B. Saran
3
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dewasa ini dalam
dunia perkuliahan tidak asing lagi yang namanya penelitian bahkan tidak hanya
di perkuliahan, di mana saja penelitian itu menjadi sebuah proses yang diambil
oleh setiap orang dalam memulai sebuah pembelajaran mendasar demi mencapai
tujuan yang dianggap masih perlu untuk dikaji kebenarannya.
Dan sebagaimana
kita ketahui, dalam melakukan sebuah penelitian tentunya harus mengetahui
bagaimana alur atau jalan yang perlu dilakukan selama penelitian. Karena dalam
setiap penelitian itu memilliki tahapan-tahapan tersendiri yang mana dari
beberapa tahapan tersebutlah nantinya kiata akan mendapatkan hasil yang
maksimal dalam sebuah penelitian.
Adapun alur yang
dibahas dalam penelitian hukum keluarga itu mencakup diantaranya asumsi dasar,
kajian faktual, metode penelitian, analisis data dan kesimpulan.
Namun sampai
saat ini, masih banyak dari beberapa peneliti atau mahasiswa yang tidak
memahami betul apa yang dimaksud dengan alur penelitian itu sendiri. Sehingga
pencapaian penelitian kerap belum sesuai dengan yang semestinya.
Oleh karena itu,
untuk mencapai tujuan penelitian yang maksimal dalam makalah ini penulis akan
mengkaji ulang mengenai alur penelitian tersebut, untuk membuka pemahaman dan
menembah wawasan tentang alur penelitian khususnya asumsi dasar, kajian
faktual, metode penelitian, analisis data dan kesimpulan.
B. Rumusan
Masalah
Dalam latar
belakang dikemukakan, bahwa sebuah penelitian memiliki alur atau tahapan
tersendiri yang mana jika tahapan itu terpenuhi maka hasil penelitian akan
tercapai dengan maksimal. Adapun masalah pokok penelitian ialah apakah yang
dimaksud dengan alur penelitian ?
Masalah pokok
diatas dijabarkan dalam rumusan-rumusan sebagai berikut :
1.
Bagaimana yang dimaksud dengan Asumsi Dasar, Kajian
Faktual, Metode Penelitian, Analisis Data dan Kesimpulan?
C. Tujuan
Penulisan
1.
Mengetahui pengertian Asumsi Dasar, Kajian Faktual,
Metode Penelitian, Analisis Data dan Kesimpulan
BAB
II
PEMBAHASAN
Alur Penelitian adalah
A.
Asumsi Dasar
Pada Karangan ilmiah tertentu sering digunakan istilah
asumsi penelitian, yang digunakan untuk menyajikan serangkaian teori yang
mendasari, beberapa evidensi, atau bahkan penalaran peneliti berdasarkan
kemampuannya menghubaungkan teori yang satu dengan teori yang lain.
Asusi berarti dugaan yang dianggap sebagai dasar,
landasan berfikir karena dianggap benar. Sedangkan mengasumsikan berarti
menduga, memperkirakan, memperhitungkan, meramalkan. Asumsi penelitian, bukan
merupakan pernyataan-pernyataan yang disajikandengan tanpa dasar, melainkan
pernyataan yang memilikikekuatan ilmiah sebagai titik pangkal penelitian.[1]
Asumsi adalah suatu pernyataan yang dianggap benar
tanpa perlu menampilkan data untuk membuktikannya. Asumsi harus konsisten
dengan informasi yang ada dan dapat diterima. Asumsi adalah kondisi di mana
penelitian dibangun. Apabila asumsinya tidak tepat, maka seluruh hasil
penelitian menjadi tidak tepat juga sehingga kesimpulannya pun adalah
kesimpulan yang palsu.[2]
Asumsi adalah salah satu dari delapan (8)
Karakteristik dalam sebuah penelitian. Dan asumsi itu sendiri adalah titik
beranjak dalam memulai segala kegiatan atau proses. Oleh karena itu, adanya
asumsi-asumsi itu merupakan hal penting untuk ditetapkan (Menurut Paul Leedy
dalam Practical Research).
Asumsi merupakan gagasan primitif, atau gagasan tanpa
penumpu yang diperlukan untuk menumpu gagasan lain yang akan muncul kemudian.
Selain itu, asumsi juga merupakan batasan sistem dalam sebuah penelitian.
Adapun fungsi dari asumsi
itu sendiri adalah :
·
Sebagai dasar pijakkan/tumpuan yang kokoh untuk
masalah yang sedang diteliti.
·
Untuk menentukan dan merumuskan hipotesis.
·
Untuk mempertegas variable yang menjadi pusat
perhatian bagi masalah yang sedang diteliti.
Jenis-jenis Asumsi terbagi
menjadi tiga (3), yaitu[3]
:
1.
Aksioma, yaitu suatu pernyataan yang disetujui umum
tanpa memerlukan pembuktian karena kebenarannya sudah membuktikan sendiri.
2.
Postulat, yaitu suatu pernyatan yang dimintakan
persetujuan umum tanpa pembuktian atau suatu fakta yang hendaknya diterima saja
sebagaimana adanya.
3.
Pankal pendapat (premise) tersamar dalam suatu entimen
(enthymeme) ordo pertama atau kedua.
Cara perumusan[4]
:
Dalam
menyusun asumsi ini kita tidak boleh sembarangan, akan tetapi kita harus
melihat konteks atau objek yang kita teliti. Unruk menentukan asumsi harus
didasarkan atas kebenaran yang telah diyakini oleh peneliti. Sebelum menentukan
asumsi peneliti harus lebih mengetahui terhadap sesuatudengan cara :
1.
Dengan banyak membaca buku, surat kabar atau terbitan
lain.
2.
Dengan banyak mendengar berita, ceramah, pembicaraan
orang lain.
3.
Dengan banyak berkunjung ke tempat (lokasi
penelitian).
4.
Dengan mengadakan pendugaan meng-abstraksi berdasarkan
perbendaharaan pengetahuannya.
B.
Kajian Faktual
Faktual berarti rangkaian peristiwa atau percobaan
yang diceritakan benar-benar dilihat, dirasakan, dan dialami oleh penulis.
Sebagaimana telah diungkapkan bahwa karakteristik
karangan ilmiah yang pertama adalah menyajikan fakta. Dalam karangan ilmiah
fakta disajikan secara sistematis, objektif, cermat, dan tepat (Brotowidjojo,
1993).
Penyajian fakta secara objektif pada karangan ilmiah
berarti mengungkapkan sesuatu secara apa adanya atau tidak ada penambahan atau
perubahan yang dilakukan untuk keperluan pribadi.
Karya tulis ilmiah (penelitian) menyajikan fakta
secara sistematis berarti fakta yang diusung dalam karangan ilmiah disusun
berdasarkan urutan yang bersistem. Sistematika penyajian fakta dapat dilakukan
dengan mengurutkannya dari fakta-fakta yang bersifat umum menuju fakta-fakta
yang bersifat khusus, atau sebaliknya.
Keutuhan atau kelengkapan suatu fakta untuk disajikan
dalam karya tulis ilmiah akan sangat bermakna dalam memperkuat argument yang
disajikan. Fakta yang disajikan juga harus tepat dan sesuai sehingga tidak
mengembangkan permasalahan sesungguhnya. Fakta dalam karya ilmiah akan menjadi
fakta yang bisu jika tidak dapat dimaknai oleh pembaca atau tidak diberi makna
oleh penulisnya.[5]
Adapun keterangan-keterangan yang ingin diperoleh
dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkandan yang dianalisis harus
berdasarkan fakta-fakta, dan merupakan penemuan atau pembuktianyang didasarkan
pada daya khayal, kira-kira, legenda, atau kegiatan sejenis.
C.
Metode Penelitian
Metode adalah Himpunan langkah yang dilakukan orang dalam
menjalankan suatu perbuatan yang diperoleh dari akal yang sehat. sedangkan penelitian adalah Berasal dari kata Teliti,
arti secara singkat adalah mengamati sesuatu secara ditel
Metode penelitian adalah cara-cara yang ditempuh atau
digunakan dalam melakukan kegiatan penelitian. Untuk menetukan metode
penelitian apa dan bagaimana mengimplementasinya, anda dapat berpedoman kepada
identifikasi masalah dan tujuan penelitian yang sebelumnya sudah dirumuskan[6].
Adapun hal-hal yang perlu ditegaskan dalam uraian
metodologi penelitian meliputi[7]
:
1.
Desain atau rancangan dan metode penelitian.
2.
Jenis data dan sumber data yang digunakan.
3.
Teknik pengumpulan data yang digunakan.
4.
Teknik analisis data yang digunakan
5.
Populasi penelitian serta teknik sampling yang digunakan.
6.
Jadwal dan lokasi penelitian.
Pokok-pokok
bahasan dalam metode penelitian paling tidak mencakup aspek[8]
:
1.
Rancangan penelitian. Penjelasan mengenai rancangan
atau disain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis
penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan
sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang
valid sesuai dengan karakteristik variable dan tujuan penelitian.
2.
Populasi dan sample. Istilah populasi dan sample tepat
digunakan jika penelitian yang dilakukanmengambil sample sebagai subjek
penelitian. Akan tetapi, jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota
populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam
penelitian eksperimental. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi
penelitian perlu diberikan agar besarnya sample dan cara pengambilannya dapat
ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sample yang dipilih benar-benar
representative, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara
cermat.
3.
Instrument penelitian. Pada bagian ini dikemukakan
instrumen yang digunakan untuk mengukur variable yang diteliti.
4.
Pengumpulan data. Bagian ini menguraikan : (a)
langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan
data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses dalam
pengumpulan data, (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data.
5.
Analisis data. Pada bagian ini diuraikan jenis
analisis statistik yang di gunakan.
Selain itu
metode dan prosedur penelitian biasanya berisi hal-hal berikut : rancangan atau
disain penelitian, variable penelitian/fokus kajian, langkah-langkah
penelitian, sumber data penelitian atau populasidan sample, tempat dan waktu
penelitian, teknik dan instrument pengumpulan data, pengolahan data, dan
validasi penelitian. Aspek-aspek ini tidak seluruhnya ada pada bagian metode
penelitian, tetapi bergantung pada jenis dan pendekatan penelitian yang
dilakukan.[9]
Adapun
macam-macam metode penelitian diantaranya adalah metode historis, metode survai
deskriptif, metode survai analitis, metode komparasi, dan metode eksperimental[10].
D.
Analisis Data
Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan
dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan,
dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuanya. Analisis ini
melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta
pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang
dilaporlkan.[11]
Analisis Data juga merupakan suatu proses atau upaya
pengolahan data menjadi sebuah informasi yang baru, agar karakteristik data
tersebut menjadi lebih mudah dimengerti dan berguna untuk solusi suatu
permasalahan, khususnya yang berhubungan dengan penelitian.
Selain itu juga dapat didefinisikan sebagai suatu
kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari penelitian menjadi
sebuah informasi baru yang dapat digunakan dalam membuat kesimpulan.
Adapun tujuan analisis data secara umum adalah untuk
menjelaskan suatu data agar lebih mudah dipahami, selanjutnya dibuat sebuah
kesimpulan. Suatu kesimpulan dari analisis data didapatkan dari sampel yang
umumnya dibuat berdasarkan pengujian hipotesis atau dugaan.
Jenis Analisis Data
Macam analisis data dapat
dibedakan berdasarkan metode atau caranya. Berikut ini adalah jenis analisis
data secara umum:
1. Analisis Data Secara
Deskriptif adalah teknik analisis yang digunakan dalam menganalisis data dengan
membuat gambaran data-data yang terkumpul tanpa membuat generalisasi dari hasil
penelitian tersebut. Beberapa yang termasuk di dalam teknik analisis data
secara deskriptif misalnya menyajikan data ke dalam bentuk: Grafik, Tabel,
Presentasi, Frekuensi, Diagram dan lain-lain.
2. Analisis Data Secara
Inferensial adalah teknik analisis data dengan menggunakan statistik dengan
cara membuat kesimpulan yang berlaku secara umum. Analisis inferensial
menggunakan rumus statistik tertentu. Analisis inferensial ini berfungsi
membuat generalisasi hasil suatu penelitian sampel untuk populasi.
E. Kesimpulan
Bagian
simpulan dan saran merupakan bagian akhir dari karangan ilmiah. Bagian ini
harus merupakan pernyataan deklaratif sebagai jawaban dari rumusan masalah.
Penyajian bagian ini harus memiliki kesejalanan dengan bagian pendahuluan dan
pembahasan karangan ilmiah.
Pada bagian
simpulan tidak lagi disajikan angka-angka pembuktian, jika penelitiannya
mengguanakan pendekatan kuantitatif. Pada bagian ini diungkapkan makna dari
setiap pembuktian hipotesis yang merupakan diskripsi jawaban dari rumusan masalah
penelitian.
Penyajian
bagian simpulan pada karangan ilmiah jenis laporan penelitian, makalah ilmiah,
skripsi, tesis atau disertasi disajikan pada bab tersendiri, sedangkan pada
karangan ilmiah jenis artikel atau kertas kerja merupkan bagian akhir karangan
ilmiah sebelum daftar pustaka.[12]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam melakukan
sebuah penelitian banyak tahapan yang perlu dikuasai, karena sebuah penelitian
yang baik tidak akan diperoleh apabila tidak didasari dengan pengetahuan
tentang metodologi penelitian itu sendiri.
Khususnya yang
telah dipaparkan pada makalah ini mengenai Asumsi Dasar, Kajian Faktual, Metode
Penelitian, Analisis Data dan Kesimpulan.
Hal di atas
adalah komponen penting dalam melakukan penelitian.
B.
Saran
Sebagai mahasiswa atau seorang peneliti tentu
memepelajari metodologi penelitian adalah sebuah kewajiban, karena segala hal
tidak akan diperoleh tanpa mengetahui dasarnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Kusmana
Suherli, Merancang Karya Tulis Ilmiah,
(Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA, 2012), Cet. II,
Saraswati
Sylvia, Cara Mudah Menyusun Proposal,
Skripsi, Tesis, Disertasi, (Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA, 2014), Cet. VII
Sunggono
Bambang, Metodologi Penelitian Hukum,
(Jakarta : PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2011), Cet. XII
[1]
Suherli Kusmana, Merancang Karya Tulis Ilmiah, (Bandung :
PT REMAJA ROSDAKARYA, 2012), Cet. II, h. 112
[2]
Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta :
PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2011), Cet. XII, h. 111
[4]
Ibid.
[7]
Ibid.,
[8]
Ibid.,
[10]
Ibid.,
[11]
Sylvia Saraswati, Cara Mudah Menyusun Proposal, Skripsi,
Tesis, Disertasi, (Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA, 2014), Cet. VII, h. 71
[12]
Ibid.,

Komentar
Posting Komentar