POPULASI
DAN SAMPLING ; SUMBER DATA DAN METODE ANALISIS DATA
Tugas
Mata Kuliah : Metode
Penelitian Hukum Keluarga
Dosen
Pengampu : Noor Efendy,
SHI, MH

Muhammad Fitriadi (2016110536)
Nurul
Ain (2016110551)
Sarah
Az-Zahra (2016110552)
SEMESTER GANJIL/V AHWALUS SYAKHSHIYAH
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM
DARUL
ULUM KANDANGAN
TAHUN
2018-2019 M
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
penyusunan makalah Metode Penelitian Hukum Keluarga yang berjudul “Populasi dan
Sampling ; Sumber Data dan Metode Analisis Data”.
Selanjutnya penulis mengucapkan
terima kasih banyak kepada Bapak Noor Efendy, SHI, MH selaku dosen pembimbing,
karena telah memberi bimbingan kepada penulis dalam proses pembuatan makalah
ini.
Makalah
ini terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karenanya pada kesempatan ini dengan
segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari, bahwa masih banyak
kekurangan dan belum sempurnanya apa yang penulis sampaikan, sehingga apabila
ada kekurangan dalam penulisan serta isi/materi, penulis mohon saran dan kritiknya
secara langsung maupun tidak langsung, untuk kesempurnaan penulisan makalah
ini.
|
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Populasi dan Sampling.................................................... 3
B.
Pengertian Sumber Data................................................................... 9
C.
Pengertian Metode Analisis Data........................................…11
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan..................................................................................... 13
B.
Saran............................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Penelitian merupakan
proses kreatif untuk mengungkapkan suatu gejala melalui cara tersendiri
sehingga diperoleh suatu informasi. Pada dasarnya, informasi tersebut merupakan
jawaban atas masalah-masalah yang dipertanyakan sebelumnya. Oleh karena
itu, penelitian juga dapat dipandang sebagai usaha mencari tahu tentang
berbagai masalah yang dapat merangsang pikiran atau kesadaran seseorang.
Sebagian dari kualitas hasil suatu penelitian
bergantung pada teknik pengumpulan data yang digunakan. Pengumpulan data dalam
penelitian ilmiah dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan,
akurat, dan reliable. Untuk memperoleh data seperti itu, peneliti dapat
menggunakan metode, teknik, prosedur, dan alat-alat yang dapat diandalkan.
Ketidaktepatan dalam penggunaan intrumen penelitian tersebut dapat menyebabkan
rendahnya kualitas penelitian.
Penelitian bertujuan
menemukan jawaban atas pertanyaan melalui aplikasi prosedur ilmiah. Prosedur
ini dikembangkan untuk meningkatkan taraf kemungkinan yang paling relevan
dengan pertanyaan serta menghindari adanya bias. Sebab, penelitian ilmiah pada
dasarnya merupakan usaha memperkecil interval dugaan peneliti melalui
pengumpulan dan penganalisaan data atau informasi yang diperolehnya.
Dalam penelitian, salah
satu bagian dalam langkah-langkah penelitian adalah menentukan poulasi dan
sampel penelitian. Seorang peneliti dapat menganalisa data keseluruhan objek yang diteliti sebagai
kumpulan atas komunitas tertentu. Seorang peneliti juga dapat mengidentifikasi
sifat-sifat suatu kumpulan yang menjadi objek penelitian hanya dengan mengamati
dan mempelajari sebagian dari kumpulan tersebut. Kemudian, peneliti akan
mendapatkan metode atau langkah yang tepat untuk memperoleh keakuratan
penelitian dan penganalisaan data terhadap objek.[1]
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud
dengan populasi dan sampling ?
2.
Apakah yang dimaksud
dengan sumber data ?
3.
Bagaimana metode
analisis data ?
C. Tujuan
1.
Untuk
mengetahui pengertian populasi dan sampling.
2.
Untuk
mengetahui pengertian sumber data.
3.
Untuk
mengetahui metode analis data.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Populasi dan Sampling
1.1 Populasi
Populasi berasal dari kata bahasa inggris
population, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu, apabila disebutkan
kata populasi, orang kebanyakan menghubungkannya dengan masalah-masalah
kependudukan. Hal tersebut ada benarnya, karena itulah makna populasi
sesungguhnya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, kata populasi menjadi
amat populer dan digunakan di berbagai disiplin ilmu. Dalam metode penelitian
kata populasi amat populer, digunakan untuk menyebutkan serumpun atau
sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi
penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa
manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap, hidup, dan
sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
Contoh populasi: penduduk di sebuah kota atau
kecamatan, mahasiswa di suatu institut atau universitas, narapidana di suatu
lembaga permasyarakatan, anak-anak usia sekolah dari kalangan broken home,
penasihat hukum di suatu kota atau provinsi, dan sebagainya.[2]
Populasi dikelompokkan menjadi :
1.
Populasi
berdasarkan jumlah, dibedakan menjadi:
a.
Populasi terbatas (populasi terhingga), yaitu
populasi yang dinyatakan dengan angka.
b.
Populasi tak terbatas (populasi tak terhingga),
yaitu populasi yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara
kuantitatif/apabila diminta keterangan lebih lanjut tentang jumlahnya yang
pasti tidak dapat menjawab saat itu juga.
2.
Populasi berdasarkan turunan dari populasi terbatas
tetapi dengan ruang lingkup yang lebih dipersempit. Populasi ini dikelompokkan
menjadi :
a.
Populasi teoritis, yaitu populasi yang diturunkan
dari populasi terbatas, memungkinkan hasil penelitian berlaku untuk lingkungan
populasi yang lebih luas.
b.
Populasi tersedia, yaitu populasi turunan dari
populasi teoritis yang akan dilakukan penelitian dengan mempertimbangkan jumlah
dana, waktu dan tenaga yang tersedia dengan memperhatikan karakteristik yang
telah ditentukan pada populasi teoritis.
3.
Populasi berdasarkan sumber data atas variasi unsur
pembentuk. Populasi ini dikelompokkan menjadi :
a.
Populasi bersifat homogen, yaitu populasi dimana
sumber datanya yang unsur-unsur pembentuknya memiliki sifat yang sama.
b.
Populasi bersifat heterogen, yaitu populasi dimana
pembentuk sumber data yang unsur-unsurnya memiliki sifat-sifat atau keadaan
yang bervariasi, sehingga perlu ditetapkan lebih lanjut batas-batasnya baik
secara kualitatif maupun kuantitatif.
1.2.
Pengambilan Sampel (Sampling)
Sampel
berasal dari bahasa Inggris “sample” yang artinya contoh, comotan atau mencomot
yaitu mengambil sebagian saja dari yang banyak. Dalam hal ini yang dimaksud
dengan yang banyak adalah populasi.
Sampel
adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua
yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu,
maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang
dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk
populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul
representatif (mewakili).[3]
Dalam
suatu penelitian yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan sampel adalah
memperhitungkan masalah efisiensi (waktu dan biaya) dan masalah ketelitian
dimana penelitian dengan pengambilan sampel dapat mempertinggi ketelitian
karena jika penelitian dilakkan terhadap populasi belum tentu dapat dilakukan
secara teliti.
Dalam
penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur
sampling dalam populasi sampling, dengan syarat :
1.
Harus meliputi seluruh unsur sampel.
2.
Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali.
3.
Harus up to date.
4.
Batas-batasnya harus jelas.
5.
Harus dapat dilacak dilapangan.
Menurut
Teken ( dalam Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi ) ciri-ciri sampel yang ideal
adalah :
1. Dapat menghasilkan gambaran yang dipercaya dari
seluruh populasi yang diteliti
2. Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil
penelitian dengan menentukan penyimpangan baku (standar) dari taksiran yang
diperoleh.
3. Sederhana, sehingga mudah dilaksanakan.
4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan
biaya yang rendah.
Ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam
penentuan besar kecilnya sampel, antara lain :
1. Degree of homogenity dari populasi, makin homogin
populasi makin sedikit jumlah sample yang diambil.
2. Presisi yang dikehendaki, makin tinggi presisi yang
dikehendaki makin banyak jumlah sample yang diambil.
3. Rencana analisa
4. Tenaga biaya dan waktu.
Roscoe (1975) yang dikutip Uma
Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :
1. Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang
dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian. Jika sampel dipecah ke dalam
subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum
30 untuk tiap kategori adalah tepat
2. Dalam penelitian mutivariate (termasuk
analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah
variabel dalam penelitian
3. Untuk penelitian eksperimental sederhana
dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin
dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20.
Arikunto
Suharsimi (2005) memberikan pendapat sebagai berikut :
“..jika peneliti memiliki beberapa
ratus subjek dalam populasi, maka mareka dapat menentukan kurang lebih 25–30%
dari jumlah tersebut. Jika jumlah anggota subjek dalam populasi hanya meliputi
antara 100–150 orang, dan dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan
angket, maka sebaiknya subjek sejumlah itu diambil seluruhnya. Namun apabila
peneliti menggunakan teknik wawancara dan pengamatan, jumlah tersebut dapat
dikurangi menurut teknik sampel dan sesuai dengan kemampuan peneliti. “
Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel
antara lain :
1. Rumus Slovin
n = N/N(d)2 + 1
n = sampel; N = populasi; d = nilai
presisi 95% atau sig. = 0,05.
Misalnya,
jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%,
maka jumlah sampel yang digunakan adalah :
N
= 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Tabel Isaac dan Michael
Tabel
penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan
jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel
ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan
jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.
1.3
Teknik Pengambilan Sampel
Pada
dasarnya ada dua cara pengambilan sampel yang dikenal, yaitu probability
sampling dan nonprobability.
1. Probability
sampling (pengambilan sampel berdasarkan peluang).
Teknik sampling
probabilitas (probability) merupakan
teknik yang memberikan peluang atau
kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi
anggota sampel. Selain itu probability sampling merupakan pemilihan sampel
tidak dilakukan secara subjektif, dalam arti sampel yang terpilih tidak
didasarkan semata-mata pada keinginan si peneliti sehingga setiap anggota populasi
memiliki kesempatan yang sama (acak) untuk terpilih sebagai sampel. Dengan
demikian diharapkan sampel yang terpilih dapat digunakan untuk mendug
karakteristik populasi secara objektif..Teknik Probilitas ini bertujuan
mendapatkan data seakurat mungkin agar diketahui jarak pasti dari kondisi
ideal. (Asep, 2005)
Terdapat empat
metode dalam penarikan sampel probabilitas. Metode dalam penarikan sampel
probabilitas akan dijelaskan sebagai berikut: (Asep, 2005)
1.
Sampel Acak
Sederhana
Metode sampel acak
sederhana merupakan suatu prosedur yang memungkinkan setiap elemen dalam
populasi akan memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
2.
Sampel Berstrata
Metode penarikan sampel berstrata merupakan suatu
prosedr penarikan sampel berstrata yang dalam hal ini suatu subsampel–subsampel
acak sederhana ditarik dari setiap strata yang kurang lebih sama dalam beberapa
karakteristik. Ada dua macam penarikan sampel berstrata yaitu, proporsional dan
Non-Proporsional.
3.
Sampel Berkelompok
Metod penarikan data
sampel berkelompok merupakan suatu prosedur penarikan sampel probabilitas yang
memilih sub-populasi yang disebut cluster,
kemudian setiap elemen didalam kelompok dipilih sebagai anggota sampel
4.
Sampel Sistematik
Metode penarikan sampel sistematik, populasi dibagi
dengan ukuran sampel yang diperlukan (n) dan sampel diperoleh dengan cara
mengambil setiap subyek ke-n.
2. Teknik Sampling Non-Probabillity
Teknik non-probilitas merupakan teknik yang
tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dalam penggunaan non-probability
sampling, pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman seseorang seringkali
dijadikan pertimbangan untuk menentukan anggota populasi yang akan dipilih sebagai
sampel. Pengambilan sampel dengan memperhatikan factor-faktor tersebut
menyebabkan tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk
dipilih secara acak sebagai sampel. Dalam prakteknya terkadang ada bagian
tertentu dari populasi tidak dimasukkan dalam pemilihan sampel untuk mewakili
populasi.
Terdapat
lima teknik pengambilan teknik sampling non probabilistik. Berikut ini
adalah uraian penjelasan dari ke lima teknik sampling non probabilistik:
(Al-Assaf, 2009)
1)
Teknik Haphazard
Teknik hapzard adalah teknik pengambilan sampel dimana satuan
pengamatannya diperoleh secara sembarangan atau sedapatnya.
2)
Teknik Voluntary
Teknik voluntary adalah teknik yang dilakukan jika satuan sampling
dikumpulkan atas dasar sukarela.
3)
Teknik Purposive
Teknik purposive merupakan teknik
pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih satuan sampling atas
dasar pertimbangan sekelompok pakar di bidangilmu yang sedang diteliti
4)
Teknik Snowball
Teknik snowball merupakan teknik pengambilan sampel dimana satuan pengamatan
diambil berdasarkan informasi dari satuan pengamatan sebelumnya yang sudah
terpilih.
5)
Teknik Kuota
Teknik pengambilan sampel ini banyak diterapkan pada penelitian pasar
dan penelitian pengumpulan pendapat (opinion poll) atau jejak pendapat. Teknik
dilakukan dengan melakukan penjatahan terhadap kelompok satuan pengamatan
secara berjenjang.
- Sumber Data
Sumber data adalah
segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Apabila seorang
peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka
sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab
pertanyaan peneliti, baik tertulis maupun lisan. Sementara pada penggunaan
teknik observasi, sumber datanya berupa benda, gerak, atau proses sesuatu dan
apabila peneliti menggunakan dokumentasi maka dokumen atau catatanlah yang
menjadi sumber data.
Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data, maka disingkat “3P”
untuk mengidentifikasi dimana data menempel, yaitu:
1.
Person yaitu sumber data yang bia memberikan data
berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui
angket.
2.
Place yaitu sumber data yang menyajikan data berupa
tampilan keadaan diam atau bergerak. Diam misalnya: ruangan, alat-alat dan
wujud benda. Sedangkan Bergerak misalnya: aktivitas, laju kendaraan, dan
kegiatan belajar mengajar.
3.
Paper yaitu data yang menyajikan tanda-tanda berupa
huruf, angka, serta gambar atau simbol-simbol lain seperti batu, kayu, tulang
yang cocok untuk penggunaan metode dokumentasi.
Menurut Sugiyono (2008): Sumber data juga dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu:
1) Sumber Primer
adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti.
2) Sumber sekunder
merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti, misalnya
lewat orang lain atau pun lewat dokumen.
Menurut Lofland dan Lofland (1984:47) dalam J.Moleong (2009) sumber data
utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dam tindakan,
selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. Adapun jens-jenis data
tersebut ialah:
1.
Kata-kata dan Tindakan
Kata -kata
dan tindakan orang -orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data
utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melaui perekaman
video / audio tapes, pengambilan foto atau film.
2.
Sumber Tertulis
Walaupun dikatakan bahwa sumber selain kata dan tindakan merupakan
sumber kedua, jelas hal itu tidak bisa diabaikan. Dilihat dari segi sumber
data, bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumber
buku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi.
3.
Foto
Foto menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering
digunakan untuk menelaah segi-segi subjektif dan hasilnya sering dianalisis
secara induktif. Ada dua kategori foto yang dapat dimanfaakan dalam penelitian
kualitatif, yaitu foto yang dihasilkan orang dan foto yang dihasilkan oleh
peneliti itu sendiri.
C. Metode Analisis
Data
a)
Pengertian
Analisis Data
Analisis Data adalah upaya atau
cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut
bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, terutama masalah yang
berkaitan dengan penelitian. Atau definisi lain dari analisis data yaitu
kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari penelitian menjadi informasi
yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan.
Adapun
tujuan dari analisis data ialah untuk mendeskripsikan data sehingga bisa di
pahami, lalu untuk membuat kesimpulan atau menarik kesimpulan mengenai
karakteristik populasi berdasarkan data yang didapatkan dari sampel, biasanya
ini dibuat berdasarkan pendugaan dan pengujian hipotesis. Itulah penjelasan
mengenai analisis data semoga dapat dipahami.
b)
Metode analisis data
Adapun langkah-langkah dalam
analisis data, yang diantaranya sebagai berikut ini:
1.
Tahap pengumpulan data.
2.
Tahap editing. Pada tahap ini para
pengolah data meneliti kembali catatan-catatan yang sudah dikumpulkan untuk
mengetahui apakah catatan itu sudah cukup baik dan dapat segera disiapkan untuk
keperluan proses berikutnya. Dalam editing ini, yang dikoreksi kembali adalah
meliputi hal-hal: (1) lengkapnya pengisian kuesioner; (2) keterbacaan tulisan
atau catatan petugas pengumpul data; (3) kejelasan makna jawaban; (4)
kesesuaian jawaban satu dengan yang lainnya; (5) relevansi jawaban; (6)
keseragaman satuan data.
3.
Tahap coding, yaitu proses
untuk mengklasifikasikan jawaban-jawaban para responden menurut kriteria atau
amacam yang ditetapkan. Klasifikasi ini dilakukan dengan cara menandai
masing-masing jawaban dengan “tanda kode” tertentu misalnya dengan angka kode.
4.
Tahap tabulasi, yaitu proses
penyusunan data kedalam bentuk tabel.
5.
Tahap pengujian. Pada tahapan ini
data akan diuji kualitasnya yaitu menguji validitas maupun realiabilitas
instrumen dari pengumpulan data.
6.
Tahap mendeskripsikan
data. Menyajikan dalam bentuk tabel frekuensi ataupun diagram dan dalam
berbagai macam ukuran tendensi sentral maupun ukuran dispersi. Dengan tujuan
untuk memahami karakteristik data sampel dari penelitian tersebut.
7.
Tahap pengujian hipotesis. Tahap ini
merupakan tahapan pengujian terhadap proposisi apakah ditolak atau bisa
diterima dan memiliki makna atau tidak, atas dasar hipotesis inilah nantinya
keputusan akan dibuat.[4]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Populasi berasal dari kata bahasa inggris
population, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu, apabila disebutkan
kata populasi, orang kebanyakan menghubungkannya dengan masalah-masalah
kependudukan. Hal tersebut ada benarnya, karena itulah makna populasi
sesungguhnya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, kata populasi menjadi
amat populer dan digunakan di berbagai disiplin ilmu. Dalam metode penelitian
kata populasi amat populer, digunakan untuk menyebutkan serumpun atau
sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi
penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa
manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap, hidup, dan
sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak
mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan
dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil
dari populasi itu.
Sumber
data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data.
Apabila seorang peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan
datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau
menjawab pertanyaan peneliti, baik tertulis maupun lisan. Sementara pada
penggunaan teknik observasi, sumber datanya berupa benda, gerak, atau proses
sesuatu dan apabila peneliti menggunakan dokumentasi maka dokumen atau
catatanlah yang menjadi sumber data.
Metode
Analisis Data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi
sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi
permasalahan, terutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Atau definisi
lain dari analisis data yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil
dari penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan dalam
mengambil kesimpulan.
B. Saran
Dalam penulisaan makalah ini kami
mengucapkan terimakasih kepada bapak dosen yang telah memberikan bimbingan dan
harapan. Kami menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan
kritikan dan masukan dari semua pihak untuk menyempurnakan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Ghozali Imam,
Aplikasi Analisis Multivariate Dengan
Program IBM SPSS 19, Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Cet.
V, 2011,
Riduwan, “Dasar-Dasar
Statistiska”, Bandung : Alfabeta, 2008,
Sunggono Bambang, “Metodologi Penelitian Hukum”,
Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO PERSADA,2011, cet-12,
Komentar
Posting Komentar