Langsung ke konten utama

MetPen HK Kelompok 6

POPULASI DAN SAMPLING ; SUMBER DATA DAN METODE ANALISIS DATA

Tugas Mata Kuliah : Metode Penelitian Hukum Keluarga
Dosen Pengampu : Noor Efendy, SHI, MH


Muhammad Fitriadi (2016110536)
Nurul Ain (2016110551)
Sarah Az-Zahra (2016110552)

SEMESTER GANJIL/V AHWALUS SYAKHSHIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
DARUL ULUM KANDANGAN
TAHUN 2018-2019 M

KATA PENGANTAR
       Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah Metode Penelitian Hukum Keluarga yang berjudul “Populasi dan Sampling ; Sumber Data dan Metode Analisis Data”.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Noor Efendy, SHI, MH selaku dosen pembimbing, karena telah memberi bimbingan kepada penulis dalam proses pembuatan makalah ini.
       Makalah ini terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak,  oleh karenanya pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
       Penulis menyadari, bahwa masih banyak kekurangan dan belum sempurnanya apa yang penulis sampaikan, sehingga apabila ada kekurangan dalam penulisan serta isi/materi, penulis mohon saran dan kritiknya secara langsung maupun tidak langsung, untuk kesempurnaan penulisan makalah ini.





 
Kandangan,  15 September 2018

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah............................................................................. 2
C.     Tujuan Penulisan............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Populasi dan Sampling.................................................... 3
B.     Pengertian Sumber Data................................................................... 9
C.     Pengertian Metode Analisis Data........................................…11
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan..................................................................................... 13
B.     Saran............................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA

 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Penelitian merupakan proses kreatif untuk mengungkapkan suatu gejala melalui cara tersendiri sehingga diperoleh suatu informasi. Pada dasarnya, informasi tersebut merupakan jawaban atas masalah-masalah yang dipertanyakan sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian juga dapat dipandang sebagai usaha mencari tahu tentang berbagai masalah yang dapat merangsang pikiran atau kesadaran seseorang.
Sebagian dari kualitas hasil suatu penelitian bergantung pada teknik pengumpulan data yang digunakan. Pengumpulan data dalam penelitian ilmiah dimaksudkan untuk memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat, dan reliable. Untuk memperoleh data seperti itu, peneliti dapat menggunakan metode, teknik, prosedur, dan alat-alat yang dapat diandalkan. Ketidaktepatan dalam penggunaan intrumen penelitian tersebut dapat menyebabkan rendahnya kualitas penelitian.
Penelitian bertujuan menemukan jawaban atas pertanyaan melalui aplikasi prosedur ilmiah. Prosedur ini dikembangkan untuk meningkatkan taraf kemungkinan yang paling relevan dengan pertanyaan serta menghindari adanya bias. Sebab, penelitian ilmiah pada dasarnya merupakan usaha memperkecil interval dugaan peneliti melalui pengumpulan dan penganalisaan data atau informasi yang diperolehnya.
Dalam penelitian, salah satu bagian dalam langkah-langkah penelitian adalah menentukan poulasi dan sampel penelitian. Seorang peneliti dapat menganalisa data  keseluruhan objek yang diteliti sebagai kumpulan atas komunitas tertentu. Seorang peneliti juga dapat mengidentifikasi sifat-sifat suatu kumpulan yang menjadi objek penelitian hanya dengan mengamati dan mempelajari sebagian dari kumpulan tersebut. Kemudian, peneliti akan mendapatkan metode atau langkah yang tepat untuk memperoleh keakuratan penelitian dan penganalisaan data terhadap objek.[1]
B.       Rumusan Masalah
1.                  Apakah yang dimaksud dengan populasi dan sampling ?
2.                  Apakah yang dimaksud dengan sumber data ?
3.                  Bagaimana metode analisis data ?

C.       Tujuan
1.                  Untuk mengetahui pengertian populasi dan sampling.
2.                  Untuk mengetahui pengertian sumber data.
3.                  Untuk mengetahui metode analis data.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Populasi dan Sampling

1.1 Populasi
Populasi berasal dari kata bahasa inggris population, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu, apabila disebutkan kata populasi, orang kebanyakan menghubungkannya dengan masalah-masalah kependudukan. Hal tersebut ada benarnya, karena itulah makna populasi sesungguhnya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, kata populasi menjadi amat populer dan digunakan di berbagai disiplin ilmu. Dalam metode penelitian kata populasi amat populer, digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap, hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
Contoh populasi: penduduk di sebuah kota atau kecamatan, mahasiswa di suatu institut atau universitas, narapidana di suatu lembaga permasyarakatan, anak-anak usia sekolah dari kalangan broken home, penasihat hukum di suatu kota atau provinsi, dan sebagainya.[2]
Populasi dikelompokkan menjadi :
1.                 Populasi berdasarkan jumlah, dibedakan menjadi:
a.                 Populasi terbatas (populasi terhingga), yaitu populasi yang dinyatakan dengan angka.
b.                Populasi tak terbatas (populasi tak terhingga), yaitu populasi yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif/apabila diminta keterangan lebih lanjut tentang jumlahnya yang pasti tidak dapat menjawab saat itu juga.
2.                Populasi berdasarkan turunan dari populasi terbatas tetapi dengan ruang lingkup yang lebih dipersempit. Populasi ini dikelompokkan menjadi :
a.                 Populasi teoritis, yaitu populasi yang diturunkan dari populasi terbatas, memungkinkan hasil penelitian berlaku untuk lingkungan populasi yang lebih luas.
b.                Populasi tersedia, yaitu populasi turunan dari populasi teoritis yang akan dilakukan penelitian dengan mempertimbangkan jumlah dana, waktu dan tenaga yang tersedia dengan memperhatikan karakteristik yang telah ditentukan pada populasi teoritis.
3.                Populasi berdasarkan sumber data atas variasi unsur pembentuk. Populasi ini dikelompokkan menjadi :
a.                 Populasi bersifat homogen, yaitu populasi dimana sumber datanya yang unsur-unsur pembentuknya memiliki sifat yang sama.
b.                Populasi bersifat heterogen, yaitu populasi dimana pembentuk sumber data yang unsur-unsurnya memiliki sifat-sifat atau keadaan yang bervariasi, sehingga perlu ditetapkan lebih lanjut batas-batasnya baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

1.2. Pengambilan Sampel (Sampling)         
           Sampel berasal dari bahasa Inggris “sample” yang artinya contoh, comotan atau mencomot yaitu mengambil sebagian saja dari yang banyak. Dalam hal ini yang dimaksud dengan yang banyak adalah populasi.
           Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).[3]    
           Dalam suatu penelitian yang menjadi dasar pertimbangan pengambilan sampel adalah memperhitungkan masalah efisiensi (waktu dan biaya) dan masalah ketelitian dimana penelitian dengan pengambilan sampel dapat mempertinggi ketelitian karena jika penelitian dilakkan terhadap populasi belum tentu dapat dilakukan secara teliti.
           Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling, dengan syarat :
1.                    Harus meliputi seluruh unsur sampel.
2.                    Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali.
3.                    Harus up to date.
4.                    Batas-batasnya harus jelas.
5.                    Harus dapat dilacak dilapangan.
           Menurut Teken ( dalam Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi ) ciri-ciri sampel yang ideal adalah :
1. Dapat menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti
2. Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil penelitian dengan menentukan penyimpangan baku (standar) dari taksiran yang diperoleh.
3. Sederhana, sehingga mudah dilaksanakan.
4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang rendah.
Ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan besar kecilnya sampel, antara lain :
1. Degree of homogenity dari populasi, makin homogin populasi makin sedikit jumlah sample yang diambil.
2. Presisi yang dikehendaki, makin tinggi presisi yang dikehendaki makin banyak jumlah sample yang diambil.
3. Rencana analisa
4. Tenaga biaya dan waktu.
           
           Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel :
1. Ukuran sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebanyakan penelitian. Jika sampel dipecah ke dalam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat
2. Dalam penelitian mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian
3. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang ketat, penelitian yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan 20.
Arikunto Suharsimi (2005) memberikan pendapat sebagai berikut :
“..jika peneliti memiliki beberapa ratus subjek dalam populasi, maka mareka dapat menentukan kurang lebih 25–30% dari jumlah tersebut. Jika jumlah anggota subjek dalam populasi hanya meliputi antara 100–150 orang, dan dalam pengumpulan datanya peneliti menggunakan angket, maka sebaiknya subjek sejumlah itu diambil seluruhnya. Namun apabila peneliti menggunakan teknik wawancara dan pengamatan, jumlah tersebut dapat dikurangi menurut teknik sampel dan sesuai dengan kemampuan peneliti. “
 Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :
1. Rumus Slovin
n = N/N(d)2 + 1
n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.
Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :  
N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
2. Tabel Isaac dan Michael
Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan  jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki. 
1.3 Teknik Pengambilan Sampel
           Pada dasarnya ada dua cara pengambilan sampel yang dikenal, yaitu probability sampling dan nonprobability.
1. Probability sampling (pengambilan sampel berdasarkan peluang).
           Teknik sampling probabilitas (probability) merupakan teknik yang memberikan peluang  atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Selain itu probability sampling merupakan pemilihan sampel tidak dilakukan secara subjektif, dalam arti sampel yang terpilih tidak didasarkan semata-mata pada keinginan si peneliti sehingga setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama (acak) untuk terpilih sebagai sampel. Dengan demikian diharapkan sampel yang terpilih dapat digunakan untuk mendug karakteristik populasi secara objektif..Teknik Probilitas ini bertujuan mendapatkan data seakurat mungkin agar diketahui jarak pasti dari kondisi ideal. (Asep, 2005)
           Terdapat empat metode dalam penarikan sampel probabilitas. Metode dalam penarikan sampel probabilitas akan dijelaskan sebagai berikut: (Asep, 2005)
1.        Sampel Acak Sederhana
Metode sampel acak sederhana merupakan suatu prosedur yang memungkinkan setiap elemen dalam populasi akan memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
2.        Sampel Berstrata
Metode penarikan sampel berstrata merupakan suatu prosedr penarikan sampel berstrata yang dalam hal ini suatu subsampel–subsampel acak sederhana ditarik dari setiap strata yang kurang lebih sama dalam beberapa karakteristik. Ada dua macam penarikan sampel berstrata yaitu, proporsional dan Non-Proporsional.
3.        Sampel Berkelompok
Metod penarikan data sampel berkelompok merupakan suatu prosedur penarikan sampel probabilitas yang memilih sub-populasi yang disebut cluster, kemudian setiap elemen didalam kelompok dipilih sebagai anggota sampel
4.        Sampel Sistematik
Metode penarikan sampel sistematik, populasi dibagi dengan ukuran sampel yang diperlukan (n) dan sampel diperoleh dengan cara mengambil setiap subyek ke-n.

2.  Teknik Sampling Non-Probabillity
Teknik non-probilitas merupakan teknik yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dalam penggunaan non-probability sampling, pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman seseorang seringkali dijadikan pertimbangan untuk menentukan anggota populasi yang akan dipilih sebagai sampel. Pengambilan sampel dengan memperhatikan factor-faktor tersebut menyebabkan tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih secara acak sebagai sampel. Dalam prakteknya terkadang ada bagian tertentu dari populasi tidak dimasukkan dalam pemilihan sampel untuk mewakili populasi.
Terdapat  lima teknik pengambilan teknik sampling non probabilistik. Berikut ini adalah uraian penjelasan dari ke lima teknik sampling non probabilistik: (Al-Assaf, 2009)
1)                    Teknik Haphazard
Teknik hapzard adalah teknik pengambilan sampel dimana satuan pengamatannya diperoleh secara sembarangan atau sedapatnya.
2)                    Teknik Voluntary
Teknik voluntary adalah teknik yang dilakukan jika satuan sampling dikumpulkan atas dasar sukarela.
3)                    Teknik Purposive
Teknik purposive merupakan teknik  pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih satuan sampling atas dasar pertimbangan sekelompok pakar di bidangilmu yang sedang diteliti
4)                    Teknik Snowball
Teknik snowball merupakan teknik pengambilan sampel dimana satuan pengamatan diambil berdasarkan informasi dari satuan pengamatan sebelumnya yang sudah terpilih.
5)                    Teknik Kuota
Teknik pengambilan sampel ini banyak diterapkan pada penelitian pasar dan penelitian pengumpulan pendapat (opinion poll) atau jejak pendapat. Teknik dilakukan dengan melakukan penjatahan terhadap kelompok satuan pengamatan secara berjenjang.

  1. Sumber Data
Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Apabila seorang peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti, baik tertulis maupun lisan. Sementara pada penggunaan teknik observasi, sumber datanya berupa benda, gerak, atau proses sesuatu dan apabila peneliti menggunakan dokumentasi maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data.
Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data, maka disingkat “3P” untuk mengidentifikasi dimana data menempel, yaitu:
1.    Person yaitu sumber data yang bia memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau  jawaban tertulis melalui angket.  
2.    Place yaitu sumber data yang menyajikan data berupa tampilan keadaan diam atau bergerak. Diam misalnya: ruangan, alat-alat dan wujud benda. Sedangkan Bergerak misalnya: aktivitas, laju kendaraan, dan kegiatan belajar mengajar.
3.    Paper yaitu data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, serta gambar atau simbol-simbol lain seperti batu, kayu, tulang yang cocok untuk penggunaan metode dokumentasi.

Menurut Sugiyono (2008): Sumber data juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)   Sumber Primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti.
2)   Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti, misalnya lewat orang lain atau pun lewat dokumen.

Menurut Lofland dan Lofland (1984:47) dalam J.Moleong (2009) sumber data utama dalam  penelitian kualitatif ialah kata-kata, dam tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. Adapun jens-jenis data tersebut ialah:
1.        Kata-kata dan Tindakan
Kata -kata dan tindakan orang -orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melaui perekaman video / audio tapes, pengambilan foto atau film.
2.                  Sumber Tertulis
Walaupun dikatakan bahwa sumber selain kata dan tindakan merupakan sumber kedua, jelas hal itu tidak bisa diabaikan. Dilihat dari segi sumber data, bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumber buku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi.
3.                  Foto
Foto menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan untuk menelaah segi-segi subjektif dan hasilnya sering dianalisis secara induktif. Ada dua kategori foto yang dapat dimanfaakan dalam penelitian kualitatif, yaitu foto yang dihasilkan orang dan foto yang dihasilkan oleh peneliti itu sendiri.

C.    Metode Analisis Data
a)        Pengertian Analisis Data
Analisis Data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, terutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Atau definisi lain dari analisis data yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan.
       Adapun tujuan dari analisis data ialah untuk mendeskripsikan data sehingga bisa di pahami, lalu untuk membuat kesimpulan atau menarik kesimpulan mengenai karakteristik populasi berdasarkan data yang didapatkan dari sampel, biasanya ini dibuat berdasarkan pendugaan dan pengujian hipotesis. Itulah penjelasan mengenai analisis data semoga dapat dipahami.

b)        Metode analisis data
Adapun langkah-langkah dalam analisis data, yang diantaranya sebagai berikut ini:
1.        Tahap pengumpulan data.
2.        Tahap editing. Pada tahap ini para pengolah data meneliti kembali catatan-catatan yang sudah dikumpulkan untuk mengetahui apakah catatan itu sudah cukup baik dan dapat segera disiapkan untuk keperluan proses berikutnya. Dalam editing ini, yang dikoreksi kembali adalah meliputi hal-hal: (1) lengkapnya pengisian kuesioner; (2) keterbacaan tulisan atau catatan petugas pengumpul data; (3) kejelasan makna jawaban; (4) kesesuaian jawaban satu dengan yang lainnya; (5) relevansi jawaban; (6) keseragaman satuan data.
3.        Tahap coding, yaitu proses untuk mengklasifikasikan jawaban-jawaban para responden menurut kriteria atau amacam yang ditetapkan. Klasifikasi ini dilakukan dengan cara menandai masing-masing jawaban dengan “tanda kode” tertentu misalnya dengan angka kode.
4.        Tahap tabulasi, yaitu proses penyusunan data kedalam bentuk tabel.
5.        Tahap pengujian. Pada tahapan ini data akan diuji kualitasnya yaitu menguji validitas maupun realiabilitas instrumen dari pengumpulan data.
6.        Tahap mendeskripsikan data. Menyajikan dalam bentuk tabel frekuensi ataupun diagram dan dalam berbagai macam ukuran tendensi sentral maupun ukuran dispersi. Dengan tujuan untuk memahami karakteristik data sampel dari penelitian tersebut.
7.        Tahap pengujian hipotesis. Tahap ini merupakan tahapan pengujian terhadap proposisi apakah ditolak atau bisa diterima dan memiliki makna atau tidak, atas dasar hipotesis inilah nantinya keputusan akan dibuat.[4]

  


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Populasi berasal dari kata bahasa inggris population, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu, apabila disebutkan kata populasi, orang kebanyakan menghubungkannya dengan masalah-masalah kependudukan. Hal tersebut ada benarnya, karena itulah makna populasi sesungguhnya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, kata populasi menjadi amat populer dan digunakan di berbagai disiplin ilmu. Dalam metode penelitian kata populasi amat populer, digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap, hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Apabila seorang peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti, baik tertulis maupun lisan. Sementara pada penggunaan teknik observasi, sumber datanya berupa benda, gerak, atau proses sesuatu dan apabila peneliti menggunakan dokumentasi maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data.
Metode Analisis Data adalah upaya atau cara untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut bisa dipahami dan bermanfaat untuk solusi permasalahan, terutama masalah yang berkaitan dengan penelitian. Atau definisi lain dari analisis data yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengubah data hasil dari penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan dalam mengambil kesimpulan.

B.     Saran
Dalam penulisaan makalah ini kami mengucapkan terimakasih kepada bapak dosen yang telah memberikan bimbingan dan harapan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan kritikan dan masukan dari semua pihak untuk menyempurnakan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA


Ghozali Imam, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19, Semarang:Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Cet. V, 2011,


Riduwan, “Dasar-Dasar Statistiska”, Bandung : Alfabeta, 2008,

Sunggono Bambang, “Metodologi Penelitian Hukum”, Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO PERSADA,2011, cet-12,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muqaddimah Ahwal Syakhsiyah'2016 Semester 5 Reguler 3

Ahwal Syakhsiyah Ahwal Syakhsiyah atau sering disebut Hukum Keluarga Islam i alah istilah bagi kesulurahan hukum yang menyangkut masalah keluarga dan peradilan islam seperti : Hukum Perkawinan, Kewarisan, Wasiat dan Peradilan Agama. Adapun tujuan grup ini ialah untuk merangkum tugas mata kuliah 'METODE PENELITIAN HUKUM KELUARGA'. Dan anggota di grup ini ialah : Ahmad Fauzan Alfiatul Maulidah Fatimatuz Zahroh Husaini Irviana Jumran Khairun Nisa Muhammad Ariyanto Maimunah Mega Ariyanti Muhammad Aziz Nazar Muhammad Fitriadi Muhammad Pahrizal Muhammad Ilham Muhammad Yunus Munawarah Najmah Nordina Nurul Ain Sarah Az Zahra Silahuddin Siti Mutiah Siti Novita Sari Siti Raudah Susilawati Zainal Abidin Muhammad Ramadhani #InsyaAllah bermanfaat ⇄ 

MetPen HK Kelompok 8

METODE PENYAJIAN DATA, DATA PRIMER DAN DATA SEKUNDER Makalah ini Disajikan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Hukum Dosen Pembimbing: Noor Efendy SHI, MH                                                           Disusun Oleh: Muhammad Ramadhani Zainal Abidin SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL ULUM KANDANGAN 2018 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT kami panjatkan karena atas hidayah, karunia serta limpahan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sebagaimana mestinya. Makalah yang berjudul “ Metode Penyajian Data,Data Primer dan Data Sekunder ” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian Hukum. Makalah ini ...

MetPen HK kelompok 1

ALUR PENELITIAN Latar Belakang, Perumusan Masalah, Judul Penelitian, dan Tinjauan Pustaka Mata Kuliah : Metode Penelitian Hukum Keluarga Dosen Pembimbing : Noor Efendy, SHI, MH Disusun Oleh : Akhmad Fauzan Muhammad Yunus Munawarah SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUL ULUM KANDANGAN 2018 / 2019 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan taufik-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Metode Penelitian Hukum Keluarga, yang membahas tentang Alur Penelitian Hukum Keluarga : Latar Belakang, Perumusan Masalah, Judul Penelitian, dan Tinjauan Pustaka. Shalawat dan Salam kami haturkan keharibaan Nabi kita penutup segala Nabi dan Rasul yakin Nabi Muhammad Shallallahu a’laihi wasallam, dan  keluarga beliau, sahabatnya, dan orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari akhir. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Noor Ef...